Pasar & Agrobisnis

Garam Mahal, Tak Lagi Jual Es Krim

Mahalnya harga garam yang selama ini dianggap barang “remeh” mampu memukul banyak usaha lain.

Salah satunya usaha es krim atau es puter yang biasa di jual Kidi (42) warga Kapar Murung pudak, Pria perantauan asal Jawa ini harus menghentikan usaha es nya karena harga garam yang tak kunjung turun.

“biasanya sekali bikin es kita memerlukan garam seharga Rp. 20.000 tapi sekarang  jadi Rp.100.000 sekali bikin” ujarnya sedih.

Ia mencoba dua kali membuat es ternyata tidak ada keuntungan yang didapatnya akhirnya Ia menghentikan jualan es.

“dari pada terus rugi mas, terpaksa kita stop dulu jualan es krimnya” terangnya.

Sampai saat ini harga garam di pasaran belum kembali normal, garam dapur yang biasa di jual seharga dua ribu rupiah per bungkusnya kini seharga enam ribu rupiah perbungkus.

Zul (35) pedagang klontongan di pasar Kapar Murung pudak mengatakan Ia tidak mengerti mengapa harga garam naik drastis.

“harga dari agen sudah tinggi terpaksa kita menyesuaikan, itupun pasokannya juga dikurangi”tuturnya kepada korankontras.net.

Biasanya Ia mendapatkan dua puluh bal garam dalam seminggu tapi sekarang hanya mendapatkan pasokan sepuluh bal seminggu.

Zul sendiri berharap harga garam bisa kembali normal sebab pedagang seperti dirinya juga tidak diuntungkan dengan kenaikan harga garam seperti sekarang ini (kts)

Tambahkan Komentar

Klik di sini untuk berkomentar

Kategori