Tiga Tahun “gemas mekar” baru ada gerakan

foto : MC Tabalong

Gerakan masyarakat meningkatkan mutu karet atau Gemas Mekar sejak di lounching tiga tahun lalu baru sekarang ada gerakannya.

Sementara Bupati Tabalong sebagai pencetus ide gemas mekar atas kepeduliannya terhadap nasib petani karet karena harga karet yang kala itu terus menurun ingin cepat ada wujud nyata dari gerakan yang di gagasnya.

“saya ingin cepat, tapi bukan berarti yang dibawah tidak bisa bergerak cepat’ ujar Bupati Tabalong, H.Anang Syahkfiani di Muara Uya  pada selasa (31/10) pagi.

Saat ini sedang dibangun gudang dan workshop untuk Unit Pengumpul Pengolahan Bokar (UPPB)  “Fajar Menyingsing” desa Muara Uya yang dikatakan Bupati sebagai penantian lama  dari program gemas mekar.

Gudang sekaligus jadi workshop para petani karet tersebut diharapakan oleh Bupati akan menjadi pemicu semangat baru bagi petani karet untuk terus mengupayakan mutu karetnya.

“caranya sederhana, karet harus kering untuk itu jangan direndam dan mengentalkan akret harus dengan cairan deorub” jelas Bupati dihdapan petani karet dalam acara peletakan batu pertama pembangunan gudang dan workshop yang dibantu oleh PT.Adaro.

Sementara kepala Dinas Pertanian Tabalong, Johan Noor Effendi menyampaikan bagaimana kelomok tani fajar menyingsing juga telah berhasil memproduksi cairan deorub sendiri.

“produksinya 40 liter dalam enam jam” jelas Johan.

Keberhasilan memproduksi deorub juga tidak lepas dari peran Bupati yang mendorong kelompok tani tersebut untuk memproduksi deorub dengan dilatih oleh PT. Adaro. (lee)

Bookmark the permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *