Desa Membangun Banua

Setelah Puluhan Tahun, Akhirnya Jembatan Kapar Terbangun Beton

Warga Desa Kapar kini tidak lagi terganggu dengan keberadaan jembatan kayu yang menimbulkan suara keras ketika dilintasi kendaraan, mereka kini juga tidak harus bergantian melintasi jembatan bila menggunakan kendaraan roda empat.

Ketidaknyamanan ini sudah dirasakan warga Kapar selama puluhan tahun sebab jembatan dari kayu ulin yang terus melapuk tersebut tidak juga dibangun oleh pemerintah namun kini mereka bisa bernafas lega, Bupati Tabalong H.Anang Syakhfiani mewujudkan impian warga Kapar memiliki jembatan yang refresentatif.

“alhamdulillah jembatan ini bisa terbangun bahkan dengan waktu pengerjaan yang paling cepat di Tabalong” ujar Anang Syakhfiani ketika meresmikan jembatan tersebut pada senin siang (22/1)

Pernyataan Anang tidak berlebihan sebab jembatan Kapar dibangun dengan pile slab tersebut hanya butuh waktu tiga bulan membangunnya ” jangan kuatir dengan kualitasnya” lanjut Anang.

Selanjutnya Anang meminta warga Kapar bisa menjaga Jembatan dengan tidak membuang sampah dibawah jembatan.

Kepala Desa Kapar, Hasan, tidak bisa menutupi rasa gembiranya dengan pembangunan jembatan kebanggaan warganya itu ” kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Tabalong dan kepala dinas PUPR Tabalong yang membangunkan jembatan ini” ucapnya.

Bukan hanya warga desa Kapar yang memanfaatkan jembatan tersebut, menurut Hasan, warga dari desa Masukau dan Kasiau Raya  juga mempergunakan jembatan untuk menuju pasar Kapar.

“bukan hanya untuk transportasi manusia tapi juga barang karena banyak pedagang dari desa tetangga ke pasar Kapar melintasi jembatan ini” pungkasnya (lee/boel)

Tambahkan Komentar

Klik di sini untuk berkomentar

Kategori