Politik

Kericuhan Warnai Rapat Pleno KPU Tabalong

TANJUNG, korankontras – Pelaksanaan rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan suara tingkat kabupaten yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tabalong di Hotel Aston Tanjung sempat mengalami kericuhan, kamis sore tadi (2/4).

“Data yang kita pegang untuk suara salah satu calon hanya lima suara, sementara yang dibacakan pada saat pleno kecamatan Tanta menjadi 15 suara,” ucap Masruddin

Kericuhan tersebut dipicu karena adanya perbedaan C1 yang dipegang oleh saksi partai berbeda dengan Panwas dan PPK.

Akibatnya salah seorang saksi bernama Masruddin Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Tabalong meminta kepada KPU Tabalong untuk mengeluarkan C1 agar dapat dibandingakan dengan C1 miliknya.

Adapun perbedaan tersebut terjadi pada perhitungan suara untuk DPRD Kabupaten di TPS 2 Desa Mangkusip, Kecamatan Tanta.

Masruddin mengungkapkan keberatannya dengan hasil rapat pleno yang dinilainya tidak dapat memenuhi tuntutannya tersebut.

“Kami meminta menunda mengumumkan nama caleg terpilih sampai ada jawaban resmi dari Bawaslu Tabalong terkait dugaan penggelumbungan suara di Tanta,” pungkasnya.

Ia juga menilai Bawaslu Tabalong tidak proaktif untuk menyelidiki apa yang menjadi tuntutannya dan meminta kepada KPU Tabalong untuk menunda mengumumkan nama – nama caleg terpilih. (Can)

Kategori