Fokus Kita

Viral “Acil Ida” Penjual Kopi Cantik Yang Bikin Betah Pengunjung

Bekerja halal untuk memenuhi kebutuhan keluarga

BALANGAN,KoranKontras.net- Beberapa hari terakhir, media sosial di  kalimantan selatan  ramai dengan sosok perempuan cantik yang jadi penjual di warung kopi. Tak sedikit nitizen yang mempertanyakan dimana lokasi warung tersebut berada.

Warungnya pun terbilang sederhana, meja tempat menaruh makanan ringan dengan beberapa buah kursi panjang sebagai tempat duduk, lokasinya persis di depan rumah si “acil warung”.

Ridha nama perempuan penjual kopi itu  menuturkan bahwa sudah sekitar tiga tahun ia membuka usaha warung kopi ini.

“Sebelumnya ikut membantu orang tua juga jualan di warung” terangnya pada awak korankontras saat bertandang ke warung kopinya Jum’at (19/07) petang.

Ridha mengaku bahwa warungnya ramai dikunjungi semenjak viral beberapa waktu terakhir ini. “Sekitar dua minggu ini pembeli selalu ramai” tuturnya lagi.

Bahkan sejak ramai di medsos dalam satu hari, pengunjung warung acil Ida,sapaan akrabnya, bisa mencapai seratusan orang.

Pengunjungnya pun bukan hanya dari desa sekitar bahkan ada dari luar kabupaten yang sengaja mampir ke warungnya.

” mungkin dari banua enam pembelinya sudah pernah mampir ke warung saya” ungkap perempuan berparas ayu ini lagi.

BUKAN WARUNG JABLAY.

Seiring dengan viralnya di media sosial dan menjadi “buah bibir” nitizen pun banyak yang berkomentar miring tentang janda satu anak ini.

Komentar miring dengan menyamakan warung kopi acil Ida ini sama dengan warung jablay yang masih banyak bersebaran pinggir jalan lintas propinsi.

Ridha yang  beralamat di desa Banua Hanyar RT.05 kecamatan Batu Mandi kabupaten Balangan ini pun dengan tegas  membantah komentar miring tersebut.

” warung saya bukan warung jablay, saya berusaha bekerja halal untuk memenuhi kebutuhan keluarga” tandasnya.

“Yang ngomong tidak-tidak pasti belum pernah mampir ke warung saya, silakan tanya pada pembeli, apakah saya pernah macam-macam” sambungnya lagi.

Perempuan cantik ini juga meminta agar jangan mudah “menuduh” kalau tidak tahu cerita yang sebenarnya.

“Kalau saya macam-macam, orang tua dan keluarga sudah pasti menegur terlebih dulu, mereka juga mengawasi” timpalnya.

Perempuan kelahiran 1988 ini juga menuturkan kalau dirinya menjual kopi dengan harga yang wajar saja. Seperti kebnyakan warung kopi Ia menjual aneka kopi di warungnya  dengan harga Rp 5.000 an saja percangkir.

“Seribu rupiah pun uang kembalian saya kasihkan kembali, tapi kalau uang kembaliannya di kasih ya saya terima” ujarnya sambil tersenyum.

Tidak pernah sekalipun Ia meminta harga lebih terhadap dagangannya kepada pelanggannya. “Ulun kada mau manganai, atau istilahnya pakai duit pas, yang sewajarnya saja” terangnya lagi.

perempuan yang selalu tampil modis ini membuka warungnya  setiap hari dari pukul 09.30 wita hingga pukul 16.30 wita. “Jualannya siang aja, paling lama sampai jam 5.30 sore” terangnya ramah.

Ia beralasan malam hari dipergunakan sebagai waktu untuk beristirahat. ” seharian kerja sudah capek, malam untuk istirahat “ungkapnya.

Di tanya apakah ingin memiliki pasangan hidup lagi, sambil tertawa renyah Ridha menjawab bersedia kalau ada kecocokan. “Kalau cocok dan sudah jodoh kenapa tidak”imbuhnya sumringah.

Dengan ramah dan diselingi canda Acil Ida melayani permintaan pembeli warung. Bahkan, saat ngobrol dengan awak koran kontras pun Ridha masih sempat melayani permintaan selfi dari pasangan suami-istri dari Banjarmasin yang kebetulan mampir istirahat diwarungnya.

Iki, warga Tanjung yang sengaja mampir kewarung acil Ida mengaku penasaran karena viralnya warung tersebut

“kita awalnya penasaran ingin tahu dan ternyata kopi nya enak, kita jadi betah juga ngopi disini” ujarnya (Boel)

Kategori