Info Kriminal

Hasil Uji Lab Makanan Diduga Penyebab Keracunan Massal Sudah Diketahui

Polisi Periksa Saksi Secara Marathon

TANJUNG,KoranKontras.net- Pasca keracunan massal karyawan PT SIS beberapa hari yang lalu setelah mengkonsumsi makan siang,  aparat keamanan sudah mulai menemukan titik terang sebab musababnya.

Sample makanan  diduga sebagai penyebab keracunan makanan yang dikirim ke laboratorium hasilnya sudah ada namun masih berupa bahasa medis.

Hal tesebut diungkapkan kasat Reskrim Polres Tabalong Iptu Matnur pada awak koran kontras, Senin petang (16/09).

“Hasil uji lab kesehatan dan Balai POM sudah ada, namun masih berupa bahasa medis” ungkapnya.

Matnur mengatakan bahwa hasil lab tersebut perlu “diterjemahkan” oleh saksi ahli yang kompeten di bidangnya.

“Sesuai dengan pertanyaan kita dan sudah diterjemahkan oleh saksi ahli maka hasilnya nanti akan kami sampaikan pada masyarakat” ujarnya.

Hingga saat ini, Matnur pun mengakui belum bisa menyimpulkan secara prematur, perlu rangkaian penyelidikan yang diakumulasikan dalam bentuk laporan hasil penyelidikan dan di uji dalam gelar perkara.

“Tidak bisa berandai-andai dan bepersepsi, semua harus berdasarkan fakta dan bukti yang ditemukan” tegasnya.

Polres Tabalong sendiri sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi hulu dan hilir pada kasus dugaan keracunan makanan terang Matnur.

“Saksi mulai dari perusahaan penyedia katering, belanja, pengolahan dan pengemasan hingga ke tangan konsumen (karyawan-red) pun sudah diperiksa secara marathon” bebernya.

pihaknya Tinggal meminta keterangan beberapa saksi ahli lagi untuk membantu mengungkap dan memberi gambaran atas kasus ini, imbuhnya lagi.

Mengenai batas waktu pengungkapan kasus, Matnur pun menyampaikan bahwa pihaknya tidak bisa menjanjikan persisnya.

“Kalau saksi ahli berhalangan karena ada kesibukan terpaksa di tunda, seperti kemaren, kita sudah janjian, tapi karena ada kesibukan dadakan terpaksa di tunda dulu” ujarnya lagi.

Terpisah, Kepala dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten Tabalong Taufiqqurrahman Hamdie beberapa waktu sebelumnya menyampaikan bahwa kapasitas pihaknya hanya terkait pada masalah pembinaan terkait perusahaan katering.

Taufiq mengaku kalau Dinkes sudah meminta data seluruh perusahaan katering yang bekerja sama dengan PT. Adaro Indonesia. “kami minta data laporan tabel katering pada Adaro” imbuhnya.

Hal ini terkait tentang batas waktu perizinan, izin layak dan standar SOP dari perusahaan katering sambungnya.

Taufiq pun mengungkapkan kalau sebagian izin usaha pengusaha katering tersebut sudah ada yang mati dan harus diperbaharui.

” Lewat ini lah kami melakukan pembinaan dan kalau terjadi pelanggaran SOP kami berhak cabut izin kelayakannya” pungkasnya. (Boel).

Kategori