Fokus Kita

Puluhan Pelajar MTsN 9 Kapar Diduga Terjangkit Hepatitis A

gambar : istimewa

TANJUNG,KoranKontras.net- Hampir 30 orang pelajar MTsN 9 Tabalong yang beralamat di Jl. Mufakat RT.14 desa Kapar kecamatan Murung Pudak “liyut” saat mengikuti upacara bendera pada Senin, 30 September lalu.

Kejadian itu membuat heboh peserta upacara, sebab insiden tersebut baru pertama kali terjadi di sekolah yang dulunya swasta itu.

Saat ditemui awak Koran Kontras, Senin (07/10), Sri Muryati guru UKS di dampingi Jamaluddin wakil kepala sekolah membenarkan kejadian tersebut.

Sri Muryati menuturkan, saat siswa sedang mengikuti upacara bendera, puluhan siswanya “drop” bersamaan.

“Kalau keterangan siswa yang sakit badan terasa lemas dan tidak bertenaga, mual dan sebagian ada yang demam” tuturnya.

“Kalau gejala fisik, bola mata siswa ada terlihat sedikit kuning” imbuhnya.

Melihat keadaan tersebut, sambung Sri Muryati, pihak sekolah menghubungi orang tua siswa dan bersama-sama membawa siswa yang sakit ke Puskesmas Murung Pudak untuk di periksa dan memberi pertolongan awal.

“Pihak Puskesmas sendiri menyarankan agar siswa yang sakit untuk istirahat total dan jangan beraktifitas berat dahulu” beber Sri Muryati.

Jamaluddin menambahkan bahwa siswa yang sakit akan diberi dispensasi oleh sekolah sampai kembali sehat.

“Siswa yang sakit biar istirahat dulu, kalaupun bisa menular, dispensasi diberikan agar siswa yang lain tidak tertular juga” imbuhnya.

Pada hal sambung Jamal, terkait masalah kesehatan, pihak sekolah sudah  mengantisipasi dengan meminta siswa menggunakan tempat makan dan minum masing-masing.

“Kalau di luar jam sekolah kami sudah tidak bisa memantau” ungkapnya.

Sri Muryati menyampaikan bahwa dari hasil uji kesehatan dari siswa yang sakit, pihak sekolah mendapat informasi bahwa satu siswa positif Hepatitis A, 7 siswa ditemukan gejala dan belasan lainnya masih praduga.

Dikatakan praduga karena ciri-ciri yang di derita siswa sama namun setelah cek darah hasilnya belum masuk kategori Hepatitis A ujar Sri Muryati lagi.

Terkait kasus yang menimpa puluhan siswa MTsN 9 Tabalong, Kepala dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten Tabalong Taufiqqurrahman Hamdie menyampaikan bahwa pihaknya sedang melakukan uji Laboratorium.

“Lagi proses uji lab, tidak bisa hanya sekedar perkiraan klinis” bebernya.

“Kalau toh dari siswa ada yang sudah uji kesehatan, sumber penyakit tetap harus dilacak” sambungnya.

“Kalau jajanan siswa dari warung atau kantin yang Stand By, maka relatif lebih mudah di pantau dan di lacak, yang susah adalah penjual jajanan keliling” ungkapnya.

Taufiq menerangkan bahwa Hepatitis A masih dalam kategori jenis infeksi hati ringan dan tidak membahayakan asal ditangani dengan benar.

“Hanya infeksi ringan saja, beda dengan Hepatitis B, jadi tidak perlu khawatir” imbuhnya.

Lebih jauh jauh Taufiq menerangkan virus Hepatitis A kerap ditularkan lewat Makanan yang sudah terkontaminasi ataupun pengaruh BAB Sembarangan.

“Kalau lewat udara misalnya batuk, kecil kemungkinannya” jelasnya lagi.

Untuk menghindari virus Hepatitis A, Taufiq menghimbau agar masyarakat menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan selalu cuci tangan dengan bersih.

“60 persen rantai penularan penyakit bisa di putus lewat cuci tangan yang benar” pungkasnya.(Boel).

Kategori