Kabar Utama Kita

Presiden Mengaku “kapok” Tak Hadiri HPN

Siapkan regulasi yang bisa memproteksi media.

BANJAR BARU,KoranKontras.net- Bersahaja dengan berpakaian putih hitam seperti biasa Presiden RI, Joko Widodo hadiri puncak perayaan Hari Pers Nasional (HPN) di Halaman kantor Setda Provinsi Kalimantan Selatan pada Sabtu (08/02).

“Setiap kali pelaksanaan HPN, saya berusaha untuk bisa hadir, pernah satu kali saya tidak bisa hadir dan saya kapok” ujarnya sambil tersenyum lebar disambut tawa tamu undangan.

Jokowi mengatakan bahwa media sudah dianggapnya seperti teman sendiri.

“Kemana saja saya selalu ada wartawan yang mengikuti, bahka saat menteri saya tidak bisa hadir, rekan media selalu ada” ucapnya lagi.

Bahkan sambungnya lagi sambil tertawa kecil, yang menghadang, mengejar dan mengajukan pertanyaan yang membuatnya gagap dan gugup adalah dari insan pers. Pernyataan ini membuat undangan bertepuk tangan riuh sambil tertawa.

Jokowi juga mengapresiasi peran pers sebagai pilar keempat demokrasi.

Ia juga berharap pers bisa memberi dukungan pemerintah secara optimal terkait penyampaian informasi yang benar.

“Negara butuh pers dengan perspektif yang jernih, memerangi hoaks dan fitnah yang mengancam kehidupan demokrasi” ujarnya lantang.

Ekosistem media harus dilindungi agar masyarakat mendapat informasi yang benar dan baik sambungnya.

“Masyarakat yang sehat adalah masyarakat yang mendapat informasi yang sehat dan baik, ini membutuhkan jurnalis dan ekosistem yang baik pula” timpalnya.

Karena itu, ucapnya lagi, ia meminta pada pihak terkait agar menyiapkan regulasi yang bisa memproteksi media dan membebaskannya dari kepentingan kelompok tertentu.

“Negara lain pun juga sudah membuat aturan dan regulasi serupa” timpalnya.

Jokowi juga menginggung masalah perpindahan ibu kota. Ia meyakinkan bahwa perpindahan ibu kota baru ke Kalimantan Timur tidak main-main.

“Yang pindah bukan hanya lokasi, kantor, namun juga orang dan akan menjadi Smart City dan pusat perekonomian baru” ujarnya.

Presiden Jokowi juga menegaskan bahwa fasilitas pendukung juga akan segera dibangun, bukan hanya di ibu kota namun juga di daerah sekitar.

Pada kesempatan ini, bupati Tabalong, H. Anang Syakhfiani bersama sembilan bupati/walikota menerima gelar Anugerah kebudayaan yang diserahkan oleh menteri PMK Muhadjir Effendi.(Boel)

Kategori