Tokoh

Hj.Sumiati, Politikus Sukses Yang Tetap Menomorsatukan Keluarga

"Jangan keasyikan bekerja keluarga malah terbengkalai dan anak tidak terurus" ujarnya mengingatkan

TANJUNG,korankontras.net- Selalu tampil bersahaja dan sederhana dalam kesehariannya, meskipun demikian sosok ini bisa dibilang politikus “perempuan berhasil” di Bumi Saraba kawa.

Menjadi Legislator tiga periode di Tabalong dan menjadi istri salah seorang kepala dinas tidak membuat Hj. Sumiati sombong dan angkuh, apa lagi besar kepala.

Saat ditemui awak korankontras.net dikediamannya pada Jum’at (22/5) pagi, perempuan dua anak ini hanya berpakaian sederhana layaknya seorang ibu pada umumnya, jauh dari kata glamour.

Hj.Sumiati menuturkan, dengan banyak “peran” yang dilakoninya -sebagai anggota DPRD, ketua DPD partai di kabupaten, istri pejabat daerah sekaligus seorang ibu – ia harus pandai memposisikan diri.

“Kita juga harus pandai memanage waktu dan mensiasatinya” ujarnya memulai cerita.

Suamiti juga mengatakan bahwa  perencanaan dan strategi memiliki peran penting untuk bisa menjalani “lakon” ini.

“Semuanya harus diplanningkan, bagaimana waktu untuk keluarga, dinas, silaturrahmi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat serta dengan warga di konstituen, semua harus terprogram” ungkapnya.

Perempuan murah senyum ini juga menyampaikan bahwa anak harus diberi pengertian dan ditanamkan sifat kemandirian.

Tak kalah penting ucapnya adalah restu dan dukungan suami juga sikap pengertian serta saling memahami bahwa pasangan memiliki kesibukan sendiri (kerja).

“Harus diingat, meskipun kita (perempuan) bekerja, peran sebagai ibu rumah tangga harus tetap jadi prioritas utama, bukan malah jadi pembenar untuk menghindari tanggung jawab, jangan sampai kita sibuk diluar rumah tangga malah hancur” tandasnya.

Ia mengingatkan bahwa seorang istri dan ibu (yang bekerja) jangan melupakan tanggung jawabnya.

“Jangan keasyikan bekerja keluarga malah terbengkalai dan anak tidak terurus” ujarnya mengingatkan.

Perempuan berusia 48 tahun ini juga berkata bahwa istri yang bekerja adalah berkah yang berlebih dari Yang Maha Kuasa.

“Syukuri, luruskan niat, bahwa bekerja bukan sebagai tuntutan ekonomi tapi merupakan berkah, aplikasinya jangan lalai dalam mengurus suami dan anak” bebernya.

Saat ditanya apakah keluarga pernah komplain atas kesibukannya sebagai anggota DPRD, dengan senyum lebar perempuan menjawab bahwa ia pernah diprotes anak lelakinya.

“Setelah kita beri pengertian dan ajak turun kelapangan ia bisa mengerti bahwa ibunya bekerja bukan hanya untuk keluarga saja namun juga demi kepentingan orang banyak” kenangnya sambil tertawa kecil.

Sumiati juga bersyukur memiliki pasangan yang pengertian dan mendukung aktifitasnya sebagai wakil rakyat.

“Alhamdulillah, suami pengertian, meskipun begitu kita (sebagai istri) tetap harus menjaga perasaan pasangan” pungkasnya.(Boel)

Kategori



You cannot copy content of this page