Desa Membangun Banua

Berharap “Nawu Wini” Menjadi Buku

“Kami berusaha belajar dari ini dan berusaha untuk mengajari kepada generasi muda”

Yulius Mince

TANJUNG, korankontras.net – Halaman balai adat desa Warukin menjadi tempat diselenggarakannya  ritual Nawu Wini sebuah tradisi yang dimiliki masyarakat adat Dayak Ma’anyan.

Dari pantauan korankontras.net, meski dilaksanakan saat masa pandemi Covid-19, gelaran ritual manugal banih khas Dayak Ma’anyan ini sangat meriah walaupun dihadiri oleh undangan terbatas.

Ritual  dimulai dari rumah adat desa, di tempat itu salah seorang pemimpin ritual atau sering disebut oleh mereka pawang mulai melakukan ritual dan membaca beberapa do’a.

Setelah ritual di rumah adat selesai dilanjutkan ke halaman balai untuk kembali dengan beberapa ritual.

Selesai melakukan beberapa rentetan ritual tadi kegiatan manugal pun di mulai, para pria menggunakan tongkat dengan ujung lancip mulai berjalan dan menancapkannya ke tanah untuk membuat lubang, kemudian di iringi para perempuan yang mulai menyebarkan bibit benih.

Itu dilakukan sampai semua benih selesai di tebarkan ke lahan yang sudah di buka untuk berladang atau berkebun.

Semua kegiatan itu diringi musik khas Dayak Ma’anyan untuk memeriahkan tradisi Nawu Wini yaang setahun sekali digelar.

Ketua Adat Desa Warukin, Yulius Mince menuturkan diadakannya acara ini akan mengingatkan kepada generasi muda bahwa ada ritual menugal dengan cara seperti itu.

“Kami berusaha belajar dari ini dan berusaha untuk mengajari kepada generasi muda” tuturnya.

Mince juga kedepan menginginkan agar budaya ini dapat di bukukan untuk pembelajaran bagi generasi penerus.

“Mudah-mudahan kedepan sampai ke generasi selanjutnya budaya ini bisa dibukukan kami sangat mengharapkan, dari A sampai Z kemudian ritual dan sebagainya bisa ditulis dibuku sehingga itu budaya tidak hanya lisan saja melainkan tulisan” pungkasnya. (Can)

Kategori

Bangga Buatan Indonesia



You cannot copy content of this page