Fokus

Assa’adah, Pencetak Generasi Bangsa Sejak Awal Kemerdekaan di Bongkang

Bangunannya Banyak yang Sudah Lapuk

TANJUNG, korankontras.net – Keberadaan dan kontribusi Madrasah Tsanawiyah  (MTs) Assa’adah di Desa Bongkang terhadap dunia pendidikan khususnya bagi warga sekitar tak perlu diragukan lagi.

Lembaga pendidikan Swasta berbasis keagamaan yang berdiri sejak tahun 1952 ini tentunya termasuk dalam kategori sekolah keagamaan tertua di Utara Tabalong yang sudah “melahirkan” ribuan alumni.

Saat ini salah satu bangunan tua bertingkat dua yang masih terbuat dari kayu dan dibangun sejak tahun 1961 masih dimanfaatkan menjadi ruang belajar mengajar kondisinya sudah memprihatinkan.

Hernida Atni, S.Pd, salah seorang pengajar di MTs Assa’adah menuturkan bahwa bangunan bertingkat dua tersebut usianya sudah puluhan tahun.

“Sekitar tujuh atau delapan tahun terakhir ruangan dilantai dua sudah tidak bisa digunakan lagi karena kayunya sudah lapuk” terangnya pada awak korankontras.net, Senin (22/2) sore.

Hernida mengatakan kalau dipaksakan menjadi tempat belajar, dikhawatirkan akan membahayakan para murid.

“Dari pada kenapa-kenapa, ada murid yang jatuh, mending tidak dimanfaatkan, kalau ruangan dibawahnya masih bisa dimanfaatkan untuk proses belajar –  mengajar” ungkapnya.

Pada hal sambungnya, mereka ingin sekali merehab bangunan tersebut.

Meski pendidikan swasta ini dikelola yayasan, pihaknya tidak menarik uang SPP pada para peserta didik.

“Kami tidak menarik uang SPP pada murid, jadi semua pembangunan di MTs ini murni sumbangan dari orang tua siswa dan para alumni” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Nikmah, S.Pd, salah seorang tenaga pendidik honorer yang sudah mengabdi selama 13 tahun.

Nikmah menambahkan penambahan ruang belajar- mengajar permanen semuanya berasal dari bantuan orang tua siswa dan alumni.

“Setiap pembagian raport disampaikan permohonan bantuan suka rela serta bantuan dari para alumni” bebernya.

Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa uang tunai saja namun juga berupa barang.

“Sumbangan para alumni bisa berupa uang dan juga barang, alhamdulillah mereka tetap peduli dengan tempatnya menuntut ilmu dulu” ucapnya haru.

Pihak sekolah atau yayasan pun tidak membatasi para donatur.

“Kami menerima bantuan dari pihak peduli manapun” imbuhnya.

Karena pembangunan Madrasah hanya berasal dari sumbangan dan bantuan sukarela, pengerjaannya terkadang “mangkrak” karena keterbatasan dana.

Hernida mencontohkan pembangunan dua penambahan ruang kelas terakhir yang hingga kini masih belum selesai.

“Ada bantuan alumni berupa semen yang digunakan untuk bangun dua kelas, bangunannya sudah selesai namun belum memiliki pintu, kaca jendela dan meja kursi,

“Kalau ada dananya baru dilanjutkan lagi pengerjaannya” jelasnya.

Bangunan tersebut pun belum bisa difungsikan karena perlengkapannya belum ada terlebih masih dalam masa pandemi Covid-19 dimana pembelajaran tidak dilakukan dengan tatap muka.

“Kalau toh nanti harus dimanfaatkan untuk proses belajar mengajar, ya harus lesehan” timpalnya.

Saat ini jumlah seluruh peserta didik di MTs Assa’adah mencapai 193 orang dengan rata-rata jumlah murid baru setiap tahunnya 50 hingga 60 orang dengan jumlah ruang kelas delapan buah.(Boel)

Kategori

Cinta Produk Indonesia




You cannot copy content of this page