Fokus

Kecamatan Haruai Paling Banyak Usulkan Pembangunan Non Infrasturktur

gambar : Polres Tabalong

TANJUNG, korankontras.net – Kecamatan harui menjadi kecmatan yang paling banyak mengusulkan pembangunan non infrastruktur  pada musrenbang tingkat kecamatan se Tabalong tahun 2021.

Dilihat dari data Bappeda Tabalong yang diterima korankontras.net  kecamatan Haruai mengusulkan non infrastruktur 81 usulan sementara infrastruktur  hanya 50 usulan.

Kecamatan Jaro usulan yang diteruskan ke forum SKPD untuk infrastruktur berjumlah 28 dan non infrastruktur ada 34 usulan, kedua kecamatan Muara Uya usulan infrastruktur ada 75 dan non infrastruktur sebanyak 58 usulan.

Kemudian kecamatan Upau usulan infrastruktur 26 dan non infrastruktur 19 usulan, kecamatan Bintang Ara 27 usulan infrastruktur dan 21 non infrastruktur.

Untuk kecamatan Tanjung usulan infrastruktur ada 46 sedangkan non infrastruktur 45 usulan, kecamatan Murung Pudak ada 28 usulan infrastruktur dan 24 untuk non infrastruktur, kemudian kecamatan Tanta ada 55 usulan infrastruktur serta 51 untuk non infrastruktur.

Selanjutnya untuk kecamatan Muara Harus usulan yang diteruskan ke forum SKPD untuk infrastruktur berjumlah 28 dan non infrastruktur 24 usulan, kecamatan Kelua untuk usulan infrastruktur ada 45 sedangkan non infrastruktur 61 usulan, kecamatan Pugaan ada 22 usulan untuk infrastruktur dan 12 usulan non infrastruktur, kemudian terakhir kecamatan Banua Lawas untuk usulan infrastruktur ada 61 sedangkan non infrastruktur 123 usulan.

Dari data Bappeda Tabalong tersebut, besaran jumlah usulan kegiatan pada Musrenbang RKPD kabupaten Tabalong tahun 2022 di kecamatan ini merupakan angka sementara atau validasi awal.

Kepala Bappeda Tabalong, H Noor Rifani menerangkan tiap-tiap kecamatan telah menyampaikan usulan yang masuk dalam skala prioritas di wilayahnya masing-masing.

“Tentu saja ini proses awal, nanti usulan yang masuk masih akan dibahas lagi di forum SKPD hingga akhirnya ke musrenbang tingkat kabupaten, jadi prosesnya masih panjang” terangnya.

Rifani pun mengharapkan mudah-mudahan hasil dari musrenbang kecamatan ini juga merupakan salah satu informasi atau data yang diterima SKPD dalam menentukan pembuatan renja mereka.

“Pelaksanaan musrenbang ini juga harus mengacu kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang merupakan hasil penjabaran visi misi kepala daerah” tandasnya. (Can)

Kategori

Cinta Produk Indonesia




You cannot copy content of this page