Hijau

Warga Desa Kasiau Raya “usir” Penambang Illegal

TANJUNG,KoranKontras.net- bagi warga desa Kasiau Raya Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong tidak ada kompromi untuk pertambangan batu bara beroperasi di desa mereka.

Ketika tambang batu bara tanpa ijin alias illegal mulai beroperasi di desa mereka, ramai ramai warga desa Kasiau Raya menolaknya.

Belum sempat mengangkut batubara yang digali, empat  alat berat yang beroperasi menambang sudah ditarik pemiliknya dari lahan warga.

Rahman Sulaiman (40), warga yang tinggal di RT 01 ini mengatakan bahwa keberadaan tambang yang masih berada dalam kawasan RT 01 tersebut beroperasi sekitar 3 minggu yang lalu.

“Kami baru tahu ada tambang batu bara tersebut saat melihat aktifitas penggalian di lokasi penambangan” ujarnya saat ditemui awak koran kontras.net di rumahnya pada jum’at malam (14/06).

Rahman menceritakan setelah warga mengetahui ada aktifitas pertambangan ilegal, mereka mengadakan musyawarah dan membentuk tim yang beranggotakan tokoh pemuda dan masyarakat untuk membicarakan permasalahan ini dan menyepakati untuk menolak keberadaan tambang batu bara tersebut.

“Tim ini juga di bentuk untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan” timpal salah seorang warga.

Musyawarah yang digelar  warga RT 01 dan 02 murni atas inisiafif bersama bahkan jumlah warga yang hadir mencapai seratusan orang, imbuh Rahman.

Pertemuan ini pun tidak dilakukan sekali namun beberapa kali termasuk meminta keterangan dari aparat desa dan pihak penambang serta pemilik lahan sambungnya lagi.

Tim yang di bentuk juga mengirimkan surat secara resmi kepada kepala desa dengan tembusan ke kecamatan dan pihak polsek Murung Pudak.

“Sayangnya Babinkamtibmas yang di kabari tidak hadir”singgungnya pula.

Saat pertemuan yang dihadiri oleh si pengusaha, yang bersangkutan mengaku sudah meminta izin pada kepala desa secara lisan via telpon ungkapnya lagi, namun kepala desa tidak hadir karena ada suatu urusan.

Rahman yang ditemani beberap warga desa lainnya menjelaskan bahwa warga kompak menolak keberadaan tambang batu bara yang ada di desanya karena tidak mau merusak alam sekitar dan terkena dampak seperti desa- desa lainnya yang “tergusur” akibat aktifitas pertambangan.

“Biar lah kami menjadi petani karet saja, asal alam tidak rusak, kalau ada apa-apa kemana kami akan pindah”bebernya pula.

Penolakan warga Kasiau Raya RT 01 dan 02 ini juga mendapat support dan dukungan besar dari warga desa Kitang, desa yang berbatasan dengan Kasiau Raya.

“Dukungan warga Kitang diberikan secara resmi dengan tanda tangan kepala desanya” terang Rahman.

Akibat tekanan dan penolakan warga, pengusaha yang mengaku berasal dari Martapura ini terpaksa menghentikan aktifitas penambangan dan menarik keluar alat beratnya.

“Siang tadi sekitar jam 11 an tiga exavator dan satu dozzer sudah di tarik keluar areal tambang”pungkasnya.(tim)

Kategori