Komunitas

Srikandi Mura, Kumpulan Wanita Cantik Penakluk Kobaran Api

TANJUNG, korankontras.net – Profesi pemadam kebakaran yang penuh resiko biasanya dijalani oleh kaum laki-laki, namun di Unit Penanggulangan Bencana Swadaya (UPBS) Murung Raya (Mura) ada beberapa wanita cantik yang berani mengambil resiko berjibaku memadamkan api.

Mereka menamakan dirinya  Srikandi Mura yang prestasinya tidak kalah dengan petugas damkar laki – laki.

Srikandi Mura ini terbentuk pada 1 Januari 2014, sudah lima tahun mereka terbentuk dan sekarang jumlah anggotanya ada sekitar 15 wanita.

“Srikandi Mura ini asal usulnya pertama saya pribadi mengikuti suami di kegiatan UPBS Mura  kemudian saya mengajak anak-anak di sekitaran sini untuk membentuk Srikandi Mura ini, paling muda umurnya 15 tahun dan rata – rata profesinya pelajar, mahasiswa dan ada juga yang bekerja” terang Ketua Srikandi Mura, Yuniati Astuti Noor saat ditemui korankontras di Markas UPBS Mura, Sabtu petang (15/6).

Kiprah Srikandi Mura dalam dunai relawan pemadam kebakaran tidak bisa dipandang sebelah mata, mereka peraih juara 3 dalam lomba ketangkasan pemadam di Tapin bulan Maret tahun 2019 yang lalu.

“Alhamdulillah kita mendapatkan juara tiga dalam lomba ketangkasan pemadam sekalsel ini, dan ini  suatu kebanggaan serta prestasi buat Srikandi Mura tentunya” ucapnya.

ketangkasan srikandi dalam menggunakan peralatan pemadam mereka dilatih oleh UPBS Mura sendiri.

“Mereka pertamanya di ajak mengikuti lomba-lomba ketangkasan pemadam, lalu selanjutnya di latih oleh anggota laki – laki yang ada di UPBS Mura ini” ucap Yuniati.

Tugas dan fungsi Srikandi Mura sendiri apabila terjadi musibah kebakaran yakni membantu evakuasi barang atau korban, pemasangan selang dan pengendalian selang air.

Tak terhitung berapa kali mereka terlibat langsung dalam upaya pemadaman kebakaran selama mereka tergabung di Srikandi Mura.

Eka Hasnawati, Salah satu personel Srikandi Mura yang akrab disapa Dabun merupakan personel Srikandi Mura yang sering turun ke tempat kejadian dan tugasnya bagian pengendalian selang air.

“Pertama ikut Srikandi Mura ini cuma buat foto dan bikin video lucu, tapi lama kelamaan jadi tertarik untuk ikut terjun ke lapangan untuk memadamkan api dan untuk mengendalikan selang ini Dabun selalu di dampingi anggota lainnya karena cukup berat, dan harus mampu mengendalikannya karena tekanan air yang keluar dari tanki mobil pemadam cukup kencang” terangnya.

Dabun menceritakan pengalamannya  selama bertugas membantu musibah kebakaran  pernah sekali mengalami sesak napas akibat asap dari kebakaran.

“Pernah sekali waktu itu saya sesak napas, beruntung saya langsung  dibawa keluar sama anggota PMI” kenangnya.

Namun kejadian itu tidak menyurutkan niatnya untuk menjadi Srikandi pemadam kebakaran. Tidak terasa  sudah lima tahun Ia bergabung bersama Srikandi Mura.

“Dari sejak masih sekolah ulun sudah umpat Srikandi Mura ini” ujar Dabun.

Meskipun mereka wanita wanita cantik yang harus  berjibaku dengan jago merah ketika lagi mengamuk tidak membuat kecantikan mereka luntur, dalam keseharian mereka tetap tampil sebagai wanita cantik seperti wanita pada umumnya.

Yuniati mempersilahkan buat wanita di luar sana yang ingin bergabung bisa langsung datang ke Sekretariat UPBS Mura.

“Kita mempersilahkan buat yang mau bergabung bisa menghubungi atau datang ke Sekretariat kita di Murung, namun sebelum mereka bergabung kita biasa mempertanyakan terlebih dahulu kepada orangtuanya soalnya apabila nantinya bergabung bersama kami takutnya mengganggu sekolah mereka” pungkasnya. (Can)

Kategori



You cannot copy content of this page