Pasar & Agrobisnis

Turunnya Harga Daging Ayam Ras Picu Deflasi di Tabalong

Bupati Puas Inflasi Tabalong Terkendali

TANJUNG, korankontras.net – Hingga bulan juli 2019 Tabalong mengalami deflasi (penurunan) sebesar 0,10%. Deflasi Tabalong dipicu penurunan harga komoditas salah satunya daging ayam ras.

Keadaan harga barang yang terus turun atau deflasi diungkapkan kepala pusat statistik Tabalong, Tri Agus Budi Priharjo dalam Rapat Kordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tabalong di Aula Penghulu Rasyid, Kamis siang (11/7).

Menurutnya justru tahun 2018 lalu Kabupaten Tabalong mengalami inflasi 2,2 % dan tahun ini mengalami deflasi (penurunan).

Ia juga mengatakan untuk tahun 2019 pemerintah pusat menargetkan 3,5 – 1 %  sebagai  target inflasi yang dijadikan acuan.

“Apabila inflasi tak terkendali akan membuat kegaduhan, maka pemerintah pusat menargetkannya” terang Tri.

Beras dan Bawang Pengaruhi Inflasi Tabalong

Beras dan bawang merah masih menjadi komoditas yang mempengaruhi kenaikan inflasi tertinggi.

“Dua komponen ini memerlukan perhatian agar tidak mengalami peningkatan inflasi” tegasnya.

Sedangkan pola kenaikan inflasi sendiri, imbuhnya ,  setiap hari raya keagamaan permintaan masyarakat cukup besar sehingga terjadinya peningkatan inflasi.

“Ada dua hari raya besar yang perlu perhatian kita yakni hari raya idul fitri serta menjelang natal dan tahun baru, biasanya ini mengalami peningkatan inflasi” jelasnya.

Tri juga menambahkan untuk barometer inflasi di Kalimantan Selatan ini hanya ada dua kota yakni Banjarmasin dan Tabalong.

Sementara itu Bupati Tabalong, Anang Syakhfiani dalam sambutannya mengungkapkan  kepuasannya karena tingkat inflasi di Kabupaten Tabalong dapat di kendalikan.

“Untuk dapat mengendalikan inflasi kita akan meningkatkan infrastruktur, tahun ini insyaallah akan dibangun pasar agrobisnis di Kembang Kuning dan nanti satunya di Jaro atau Muara Uya”

Ia juga mengingatkan salah satu komoditas yang berpengaruh terhadap Inflasi dan deflasi adalah komoditas beras.

“Kita terus berupaya untuk mengendalikan inflasi komoditas beras , kita sedang menyiapkan 3000 Hektar lahan untuk pertanian dengan potensi di tanami dua kali setahun” bebernya.

Gejala ini mesti diamati terus jangan sampai inflasi dan deflasinya lebih dari dua digit.

“Saya berharap kepada semua pihak agar terus meningkatkan kerjasama dalam mengendalikan inflasi untuk pertumbuhan ekonomi” pungkas Bupati. (Can)

Kategori