Hijau

Selamatkan DAS, Camat Tanta Gerakan Warganya Tanam Bambu

TANJUNG,KoranKontras.net- Memelihara Daerah Aliran Sungai (DAS) dan mencegah longsornya tanah di bantaran sungai Mangkusip, Forkopimda kecamatan Tanta bekerja sama dengan dinas lingkungan hidup, perangkat desa Tanta, karang taruna Dewa Ruchi dan karang taruna Mekar Kencana desa Mangkusip melaksanakan “aksi tanam bambu” pada Sabtu (21/12).

Ketua panitia pelaksana sekaligus Camat Tanta, , Gt.Judid Ihsan P, S.STP.MIP memaparkan bahwa penanaman bambu jenis Batung bertujuan untuk mencegah erosi dinding tanah pada sungai Mangkusip juga nantinya (setelah bambu sudah berupa rumpun besar) bisa menjadi filter alami sebelum air turun kesungai.

“Penanamannya tidak disepanjang sungai, hanya dititik yang berisiko dan rawan longsor saja” jelasnya.

Judid menambahkan ada 500 bibit bambu Batung yang ditanam ditiga desa, “DAS Mangkusip 250 batang bibit di tanam di wilayah desa Tanta, 50 batang di Mangkusip dan 200 batang di desa Puain Kanan untuk DAS Tabalong” bebernya pada awak Koran Kontras.

“Target sebenarnya 1.000 pohon bambu, berhubung sebagian bibit ada yang mati saat kemarau, hanya 500 pohon yang bisa di tanam” imbuhnya lagi.

Camat termuda se bumi Saraba Kawa ini juga menargetkan tahun depan bisa menanam 1.000 pohon bambu betung.

“kita rencanakan penanamannya di desa Luk Bayur, Padangin, Pamarangan Kanan dan Murung Karangan” ujar Judid.

Kedepan, sambungnya lagi, bekerja sama dengan pihak terkait bambu Batung bisa diolah menjadi bahan kerajinan tangan yang bernilai ekonomis, ” batang bambu bisa dimaksimalkan manfaatnya agar bernilai ekonomis” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan kepala desa Tanta, Budi Irianto, SP, “Kami mendukung sekali kegiatan seperti ini, di samping bisa menyaring air sebelum turun ke sungai, manfaat bambu ini juga besar” ucapnya.

Penanaman bibit bambu sendiri berjarak sekitar dua hingga empat meter dari tepi sungai.

“Kegiatan ini juga didukung warga, mereka berharap lahan milik di tepi sungai tidak longsor” timpalnya.

Budi mengatakan bahwa “paring batung” memiliki kelebihan dibanding bambu biasa.
Di samping ukuran batangnya lebih besar, bambu jenis batung juga lebih tebal dan keras.

“Paring Batung juga sudah mulai langka di wilayah Tanta”ungkapnya.

Karena keunggulan yang dimilikinya, bambu jenis batung cocok dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan tangan dan keterampilan sambungnya.

“Ke depan batang bambu bisa dimanfaatkan untuk produk olahan yang bernilai ekonomis” pungkasnya.

Aksi tanam bambu ini juga di dukung oleh YABN.(Boel).

Kategori



You cannot copy content of this page