Fokus Kita

Banjir Tabalong Sudah Rendam Kota Tanjung

Warga Mulai Kuatir Kekurangan Bahan Makan

TANJUNG,KoranKontras.net- Setelah beberapa hari menggenangi permukiman warga di sebagian wilayah di Utara kabupaten Tabalong, kini air luapan sungai Tabalong merendam kota Tanjung dan Murung Pudak.

Sejak Kamis (06/02) sore debit air terus naik, ditambah turunnya hujan deras dini hari tadi, Jum’at (07/02).

Camat Tanjung, zainuddin, S.Sos mengatakan hingga kini sudah ada 4 kelurahan dan 8 dari 11 desa di wilayahnya kebanjiran.

“Kedalaman banjir bervariasi, dari 30 cm hingga lebih dari 3 m, terparah di desa Mahe Seberang, rumah warga yang terendam hampir mencapai atap rumah” terangnya via telepon seluler pada Jum’at (07/02) siang.

Bahkan, sambungnya lagi, hingga siang ini debit air masih saja naik, “Masih bedalam lagi banyunya” ujarnya prihatin.

Banjir Putus Akses Jalan

Banjir ini juga sudah memutuskan akses jalan sehingga masyarakat harus mencari jalan alternatif.

Zainuddin mengatakan ruas jalan Basuki Rahmat (Agung – Hikun) dan ruas jalan A.Yani (Hikun – Mahe) Sebagian besar sudah digenangi air, termasuk ruas jl. Jaksa Agung dan jl. Suprapto.

“Bagi pengguna roda dua dipastikan tidak bisa lewat lagi di ruas jalan Basuki Rahmat dan A.Yani, demikian juga roda empat untuk ruas jl. A.Yani” ungkapnya.

Ia menambahkan, pihak BPBD dan Dinas Sosial sudah mendirikan posko dan dapur umum untuk warga terdampak banjir di beberapa titik seperti jl. Basuki Rahmat, kelurahan Hikun, desa Juai dan Garunggung.

Selain memutuskan akses jalan beberapa pasar juga ikut terendam banjir yang mengakibatkan mengganggu aktifitas jual beli .

Dari pantauan korankontras.net pasar kapar kecamatan Murung pudak terendam mulai kemarin dan pedagang pun tidak bisa menggelar dagangannya.

Demikian juga pasar Mahe kecamatan Haruai juga terendam air luapan sungai Tabalong.

Keadaan ini membuat masyarakat merasa kuatir karena tidak bisa mendapatkan kebutuhan makannya seperti sayur mayur dan lauk pauk.

Maya (32) warga Murung Pudak merasa kuatir dengan kebutuhan pangan jika banjir tidak kunjung surut.

“kita kuatir juga bagaiman kalau stok makanan kita habis sementara pasar kebanjiran”ujarnya sedih.

Ia berharap air segera surut dan kehidupan bisa berjalan normal kembali (Boel).

Kategori