Fokus

Kebagian 40 Rapid Test, Dinkes Prioritaskan ODP

TANJUNG, korankontras.net – Akhirnya alat rapid test Corona yang dibagikan pemerintah pusat sudah sampai ke kabupaten Tabalong.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19, dr Taufiqurrahman mengatakan rapid test tersebut sudah berada di Dinas Kesehatan setempat.

“Rapid test sudah datang, tapi terbatas hanya 40 buah” ucap Taufiqurrahman yang juga kepala Dinas Kesehatan Tabalong saat jumpa pers di Aula Dinkes setempat beberapa waktu lalu.

Karena rapid test hanya beberapa puluh buah, pihaknya akan memprioritaskan Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang terindikasi gejala virus Covid-19.

“Karena keterbatasan alat, pemeriksaan rapid test nanti akan selektif. Sementara hanya kepada ODP yang sudah menjalani hari ke 7 yang masih ada gejala virus itu yang di prioritaskan dulu” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Taufiq beberapa hari kedepan pihaknya akan melaksanakan rapid test. “Kita akan rapat dulu bersama tim, ODP yang mana saja yang akan di tes. Insyallah beberapa hari kedepan kita akan laksanakan tes tersebut” ujarnya.

Namun Ia menekankan bahwa rapid test bukan alat standar untuk penentuan Corona atau Covid-19.

“Orang positif rapid test belum tentu positif Corona, karena ada pemeriksaan lanjutan seperti swab test yang ada di RS Ulin” tandasnya.

Perlu diketahui, seperti yang dilansir lifestyle.kompas.com ada perbedaan antara rapid test dan swab test, rapid test corona hanya bisa digunakan sebagai skrining atau penyaringan awal. Sementara itu untuk mendiagnosis seseorang terinfeksi Covid-19, hasil pemeriksaan swab testlah yang digunakan.

Pemeriksaan rapid test yang ada di Indonesia, dilakukan menggunakan sampel darah. Sedangkan pemeriksaan swab menggunakan sampel lendir yang diambil dari dalam hidung maupun tenggorokan.

Maka dari itu, orang dengan hasil rapid test positif, perlu menjalani pemeriksaan lanjutan, yaitu pemeriksaan swab tenggorok atau hidung.

Pemeriksaan ini dinilai lebih akurat sebagai patokan diagnosis. Sebab, virus corona akan menempel dihidung atau tenggorokan bagian dalam, saat ia masuk ke tubuh.

Sampel lendir yang diambil dengan metode swab nantinya akan diperiksa menggunakan metode PCR (Polymerase Chain Reaction).

Hasil akhir dari pemeriksaan ini, nantinya akan benar-benar memperlihatkan apabila ada virus SARS-COV2 (penyebab Covid-19) di tubuh seseorang. (Can)

Kategori



You cannot copy content of this page